Asosiasi
Telecenter Se-Jawa Timur bertemu dengan Pengelola Telecenter P4MI
Donggala,
06/07/09 Pertemuan yang
diprakarsai Kegiatan Peningkatan Pendapatan Petani melalui Inovasi/P4MI,
Tim Komponen II pada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Departemen Pertanian melaksanakan Workshop Unit Pelayanan Informasi
Pertanian Desa (UPIPD) dan Unit Pelayanan Informasi Pertanian
Kabupaten (UPIPK). Tujuan dilaksanakan workshop adalah melakukan
evaluasi terhadap pelaksanaan UPIPD dan UPIPK di 5 (lima) kabupaten
Kegiatan P4MI, sharing sesama pengelola UPIPD dan UPIPK yang telah
dilounching kurang lebih Bulan September 2008 dan kunjungan Studi
Banding pada Telecenter di daerah Jawa Timur dengan lokasi kunjungan
pada Telecenter Semeru dan Telecenter Lumajang.
Kegiatan Workshop dilaksanakan selama 4 (empat) hari yang secara
resmi dibuka oleh Penanggung Jawab P4MI Pusat oleh Bapak DR. E. Eko
Ananto yang mewakili Sekretaris Badan LITBANG Departemen Pertanian,
didampingi oleh Penanggung Jawab Komponen II oleh Ibu Ir. Nurjayanti,
M.Sc. Acara workshop diikuti 40 peserta yang terdiri dari PCMU, PIU,
Koordinator UPIPK, Pengelola UPIPD dan BPTP dari 5 kabupaten
pelaksana P4MI dari tanggal 29 Juni s/d 2 Juli 2009.
Disela-sela pembukaan acara workshop arahan dan pesan penanggung
jawab P4MI DR. E. Eko Ananto sangat diapresiasi oleh peserta “Kemandirian
dari UPIPK dan UPIPD adalah indicator utama keberhasilan dari
program Telecenter, serta PIU dan BPTP mempunyai tanggung jawab
untuk memonitor aktifitas UPIPK dan UPIPD” ujar Eko Ananto yang
disambut tepuk tangan pengelola UPIPK dan UPIPD.
Kegiatan P4MI merupakan Program Pinjaman dari ADB yang telah
berjalan selama 6 tahun. Dimana tahun 2008 membangun Pilot Project
UPIPD/Unit Pelayanan Informasi Pertanian Desa atau Telecenter yang
bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana penyediaan
informasi yang dititikberatkan pada sektor pertanian, agar
kesenjangan informasi dapat diatasi pada tingkat desa. Berdasarkan
hasil evaluasi workshop, secara umum UPIPD/Telecenter telah
beroperasional dengan baik dan dikelola semi swasta dimana total
pengunjung rata-rata Telecenter diatas 10 orang/hari yang berasal
dari petani, pelajar, guru, mahasiswa dan penyuluh pertanian di
tingkat desa.(Ruly)