Benih Padi Unggul Didemplot di Sidondo II

Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) menggelar Demonstarsi Benih Unggul (dembul ) benih padi unggul di Desa Sidondo II Kecamatan Biromaru kemarin (18/5). Demplot benih padi unggulan di Desa Sidondo II merupakan rangkaian program pemberdayaan kelompok tani yang dilakukan P4MI tahun 2005 silam dengan pendampingan LSM Konsorsium Lokal Yayasan Pudjananti Indonesia dan Rosontapura melalui dukungan dana dari Asian Development Bank (ADB).


Dari hasil Demplot itu diketahui bahwa dengan menggunakan bibit padi unggul jenis ciguelis terjadi peningkatan produksi pertanian sebanyak 1,5 ton/ha per musim tanam jika di bandingkan dengan penggunaan bibit varietas local jenis IR42. " Musim tanam sebelumnya, jumlah produksi gabah kering panen per hektarnya hanya 4,1 ton/ha per musim tanam. Alhamdulillah dengan menggunakan bibit unggul ciguelis produksi gabah kering panen per hektarnya mencapai 5,7 ton/ha per musim tanam atau naik sekitar 20 % "jelas petani di Desa Sidondo II.

Kegiatan Demplot benih padi unggul tersebut juga menjadi ajang bagi para petani untuk mengungkapkan sejumlah permasalahan yang mereka hadapi selama ini. Di depan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Distannak) Donggala Ir. Andi Djuhardi, ketua kelompok tani Sidondo II menyatakan kendala yang paling dirasakan petani saat ini adalah kekurangan air untuk mengairi sawah. Hal itu lebih diperparahkan dengan kondisi irigasi yang rusak berat yang tidak mungkin lagi digunakan.


Menurut ketua Komisi Investasi Desa (KID) Sidondo II akibat kekurangan air tersebut, sudah banyak lahan pertanian yang dialih fungsikan menjadi lahan perkebunan pisang, meskipun demikian petani tetap menghadapi masalah dengan menurunnya harga pisang di pasaran "kami sangat berharap kepada pemerintah agar membangun kembali irigasi kami yang telah rusak berat ," ungkapnya.


Selain kekurangan air, petani juga mengeluhkan tingginya biaya operasional pengolahan sawah. Untuk sewa hand traktor per hektarnya saja kata ketua kelompok tani itu mereka harus menggeluarkan anggaran  sebesar Rp. 800 ribu. Sewa alat pembajak sawah yang begitu besar membuat para petani itu tidak bisa melepaskan diri dari cengkaraman para tengkulak." Kami juga mengahadapi masa sulit di tengah ketidakpastian harga di pasaran," jelasnya.


Menanggapi keluhan kelompok tani tersebut, Ir Andi Djuhardi menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin di tahun 2007 mendatang irigasi yang kini rusak berat akan diperbaiki. "saya akan mengusulkan anggaran perbaikan irigasi tersebut, baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat "jelasnya. Begitu pula soal hand traktor, Andi Djuhardi juga mengaku berupaya agar pemerintah memberikan alat-alat pertanian di desa itu. "kita berusaha dan berdoa mudah-mudahan apa yang kita rencanakan dapat terealisasi semua di tahun mendatang, "
ungkapnya.

Sementara itu pemimpin kegiatan P4MI Ir. Dahli Masahuri meminta kepada para petani untuk tetap memelihara jalan usaha tani yang telah dibuka dengan menggunakan dari ADB. Pemeliharaan Jalan usaha tani tersebut kata Dahli sudah tidak di biayai oleh pemerintah daerah maupun pusat, tetapi pemeliharaan jalan itu sepenuhnya diserahkan kepada petani dengan mengedepankan semangat keswadayaan. Untuk itu Dahli menghimbau kepada para petani untuk terus melakukan penguatan kelompok tani . " hanya kelompok tani yang kuat yang dapat menghadapi persaingan di era saat ini. " ungkap Dahli yang disambut hangat oleh petani.


Sekedar diketahui, lahan pertanian yang diproduktif di Desa Sidondo II masih berkisar 200 hektar lebih. Lahan tersebut terancam dialih fungsikan akibat krisis air di daerah itu.


 
   
 
 

 

   


Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan
Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah
Jalan Emmy Saelan no 43 Palu 94112 telp. 0451-481960
fax 0451-488073 email: atau