Bupati Donggala hembuskan nafas terakhir di Jakarta
Donggala,
16/11/06
Padatnya aktifitas
Bupati Donggala Sulawesi Tengah, Adam Ardjad Lamarauna membuatnya
tak sadarkan diri pukul 08.00 pagi di Hotel Mulia, Senayan, kamar
3609 Jakarta Pusat. Namun Erwin Fauzi , 27 tahun, ajudannya
mengira bahwa Bupati Donggala masih lelap beristirahat akibat dari
kelelahan aktifitas Rapimnas Partai Golkar di Jakarata.
Kronologis
kejadiannya di sampaikan oleh Ajudan Bupati Donggala, yang
kecurigaannya tepat pada pukul 10.00 pagi Bupati Donggala juga
belum bangun dari tempat tidurnya. Sehingga dia
melaporkan kondisi Adam ke resepsionis hotel. Lalu pada pukul
11.15 siang, dokter yang memeriksanya menyatakan Bupati Donggala
sudah meninggal.
Direktur Kriminal Umum
Polda Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu menyatakan bahwa
sudah memeriksa dua orang saksi, yaitu Erwin Fauzi, ajudannya dan
Datu Pamusu, 44 tahun, stafnya. Tak ditemukan tanda-tanda
kekerasan pada tubuh korban. "Tapi di kamar hotel ada obat-obatan
suplemen," ujarnya. Obat-obatan itu antara lain kapsul nature E.
Datu Wajar
Lamarauna, anak tertua Adam menyatakan bapaknya menderita sejumlah
penyakit dalam, tapi ia tak tahu persis penyakit bapaknya. "Setelah
mengikuti Rapim di Jakarta, Jumat ini Bapak akan ke Gorontalo
menghadiri pertemuan Bupati se Sulawesi," kata Datu di Palu.
Suasana di rumah
duka di Jalan Sis-Aljufrie Palu dipenuhi ratusan para pelayat.
Kebanyakan warga tak percaya Bupati Adam meninggal, karena pada
Selasa lalu, Adam meresmikan pencanangan Desa siaga di pegunugan
Kulawi, Palu, Sulawesi Tengah.