DISTANAK Donggala dapat Rp. 10,9 Milyar dari APBN TA. 2008

Palu, 23/01/08
Departemen Pertanian RI menguncurkan dana sebesar Rp. 10,9 M lebih kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (DISTANAK) Kabupaten Donggala pada tahun 2008 ini. Dana ini adalah bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2008.   

Hal ini diungkapkan Kepala Distanak Donggala Ir. H. Andi Djuhardi kepada Radar Sulteng kemarin. Dana itu kata Andi, demikian dia akrab disapa, berasal dari Direktorat Jenderal (DIRJEN) Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) sebesar Rp. 5,1 Milyar, Dirjen Tanaman Pangan sebesar Rp. 2,3 Milyar lebih dan Dirjen Peternakan Rp. 2,1 Milyar lebih, Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian memberikan suntikan dana sebesar Rp. 655 Juta serta Dirjen Hortikultura sebesar Rp. 640 Juta “Total dana itu adalah Rp. 10,925 Milyar.” Ungkap Andi.

Menurut Andi, dana itu akan digunakan membiayai program cetak sawah seluas 300 hektar, pengembangan peternakan, serta beberapa program lainnya. Khusus dana dari Dirjen Tanaman Pangan, akan digunakan untuk membiayai program yang mendukung atau menunjang kesuksesan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dua juta ton. Berkaitan dengan P2BN, tahun 2008 ini, urai Andi, Kabupaten Donggala diberikan jatah untuk meningkatkan produksi gabah kering giling sejumlah 5 persen dari jumlah produksi tahun 2007 atau sejumlah 255.400 Ton. Tahun lalu, Kabupaten Donggala berhasil memproduksi beras sejumlah 243,227 ton.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, dana sebesar Rp. 10,925 miliar itu belum termasuk dana hibah dari Pemerintah Jepang atau dana Second Kenedy Round (SKR) sebesar Rp. 1,8 miliar yang digunakan untuk peningkatan produksi bawang di Kabupaten Donggala. Tahun ini pula Distanak Donggala mendapat kuncuran dana dari Kementerian Daerah Tertinggi sebesar Rp. 1 miliar.

Andi juga menjelaskan tahun 2008 ini Distanak Donggala memprogramkan pengembangan peternakan kerbau di Dataran Lindu, khusunya di Desa Anca. Program itu berangkat keprihatinan atas penurunan jumlah populasi ternak kerbau di daerah itu. Tahun 2001, populasi kerbau di Dataran Lindu sejumlah 2.000 ekor saat ini, jumlah kerbau di daerah itu tinggal 500–an ekor. “Bila tidak dilakukan pengembangan dengan dukungan anggaran dan teknologi, kerbau di daerah itu akan punah,” ungkap Andi

Andi juga menjelaskan ketertarikannya dengan kearifan lokal masyarakat Kecamatan Konservasi Lindu dalam mengembangkan kerbau. Menurutnya , untuk tetap mempertahankan habitat kerbau masyarakat di daerah itu tidak mengizinkan kerbau betina keluar dari Lindu. Yang mereka izinkan dijual keluar Lindu hanyalah kerbau jantan. Hanya saja, penurunan populasi itu terjadi, karena keseimbangan antara jumlah pertumbuhan ternak kerbau dengan jumlah yang dikonsumsi atau dijual oleh masyarakat. “Karena itu, saya berkomitmen untuk mengintervensi kondisi ini dengan program yang terencana dan berkelanjutan,” pungkas Andi Djuhardi.
(Radar Sulteng Palu)  

   
 
 

 


Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan
Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah
Jalan Emmy Saelan no 43 Palu 94112 telp. 0451-481960
fax 0451-488073 email: atau