Donggala - Kepala Badan Litbang Deptan Kunjungi Donggala, Tinjau Lokasi P4MI

Palu, 27/11/06
Donggala –
Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian RI, DR. Achmad Suryana didampingi penanggung jawab Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) Pusat Dr. E. Eko Ananto, Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulteng, Dr. Ir. Amran Muis dan penanggung jawab P4MI Kabupaten Donggala Ir. Dahli Masahuri berkunjung ke Desa Limboro dan Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan, Sabtu (25/11). Didua Desa tersebut, Dr. A. Suryana berdialog dengan kelompok tani pemanfaat kegiatan P4MI.

Berdasarkan laporan Penanggung jawab P4MI, Ir. Dahli Masahuri
kepada Kepala Badan Litbang Dr. A. Suryana bahwa pelaksanaan P4MI di Kabupaten tersebar di 239 Desa diseluruh Kecamatan wilayah Kabupaten Donggala, yang sampai ditahun ketiga pelaksanaan P4MI dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik telah dilaksanakan di 75 Desa. Selanjutnya, di Tahun Anggaran 2006 yang telah direalisasikan tahap pertama dan tahap kedua dilaksanakan di 56 Desa yang tersebar pada 21 Kecamatan wilayah  Kabupaten Donggala. Tepatnya di desa Limboro dan Tolongano yang menjadi lokasi kunjungan kerja A. Suryana, sarana prasarana yang dibangun terdiri dari
Pembangunan Mercu Irigasi Sederhana 1 unit, Saluran Irigasi Permanen dan saluran irigasi galian tanah serta kegiatan demplot PTT Padi Sawah untuk desa Limboro dengan total anggaran LOAN Rp. 225.000.000,- serta swadaya masyarakat Rp. 57.324.000,-, sedangkan untuk desa Tolongano investasi publik yang dibangun adalah Pembangunan Jalan Usaha Tani 1,6 Km, Pembuatan Bak Bokasi dan Lantai Jemur 1 Unit dan Saluran irigasi galian tanah serta kegiatan Penangkaran Benih Label Ungu Padi Sawah dengan total anggaran LOAN Rp. 230.000.000,- serta swadaya masyarakat Rp. 71.785.000,-.

Di sela-sela kunjungan tersebut, A Suryana kepada Radar Sulteng menyatakan, P4MI merupakan program Badan Litbang Departemen Pertanian yang dilaksanakan di empat Provinsi dan lima Kabupaten di Indonesia, termasuk Kabupaten Donggala satu-satunya Kabupaten untuk pulau Sulawesi. Tujuan utama Program tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Petani Melalui Inovasi Teknologi.

Kegiatan P4MI kata A Suryana, berbeda dengan kegiatan lainnya yang pernah dilaksanakan Pemerintah.
“Yang penting digaris bawahi dalam Program ini adalah Melalui Inovasi Teknologi,” ungkapnya. ” Teknologi yang dimaksud dalam program ini, tidak harus teknologi teknis. Tetapi melakukan penguatan kelembagaan petani, mendorong petani untuk membentuk dan mengembangkan sistem integrasi terpadu seperti integrasi kakao dan ternak, padi sawah, dan teknologi pertanian lainnya,” ungkapnya lagi.

Selanjutnya, P4MI dilaksanakan secara partisipatif. Mulai dan perencanaan kegiatan investasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan sepenuhnya oleh kelompok tani. Dengan demikian, manajemen P4MI bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pendamping hanya menjalankan peran sebagai fasilitator. “ kelompok tani tidak boleh didikte dari Jakarta. Jika mereka menginginkan pembangunan sarana irigasi, jalan kekantong produksi atau pun kegiatan investasi lainnya, maka kegiatan tersebut yang harus dilaksanakan,” jelas A Suryana. Selain itu katanya, P4MI memperhatikan pula keberlanjutan program. Karena itu, LSM pendamping bersama manajemen proyek mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani, memberdayakan petani sekaligus mendorong kemandirian kelompok tani.

Ditanya tentang kendala yang dihadapi dalam melaksanakan P4MI, A Suryana menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya kendala yang menonjol, kecuali ditahun pertama peluncuran program tersebut.
Senada dengan Achmad Suryana, Dr. E Eko Ananto penanggung jawab tingkat pusat P4MI menyatakan bahwa secara umum pihaknya tidak menemukan kendala dalam melaksanakan program tersebut termasuk keterlambatan kegiatan ditingkat kabupaten. Kendala tersebut katanya, muncul dari kita sendiri, dimana ada aturan – aturan dalam negeri yang seringkali tidak mempercepat proses pelaksanaan program. Dia mencontohkan, seminggu setelah kesepakatan pelaksanaan proyek tersebut ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank (ADB), keluar surat keputusan (SK) Menteri Keuangan yang mengatur tentang pinjaman yang diteruskan ke daerah. Pemberlakuan SK tersebut berdampak terhadap molornya pelaksanaan proyek. “ saya harus mengurus dan menunggu keluarnya SK itu selama kurang lebih satu tahun. Jika SK itu tidak keluar, maka proyek ini tidak bisa jalan, ” ungkapnya.

Menyinggung sumber anggaran yang membiayai proyek tersebut, Eko Ananto menyatakan P4MI didanai oleh ADB, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Swadaya Masyarakat. Untuk menyukseskan program tersebut, ADB menguncurkan anggaran sebesar 56 juta USD, kemudian swadaya masyarakat sekitar 9 persen. Bantuan ADB tersebut kata lebih besar dikuncurkan ke daerah-daerah yakni sekitar 70 persen.

Sementara itu. Penanggung jawab P4MI Kabupaten Donggala Ir. Dahli Masahuri menyatakan, untuk menjamin keberlanjutan P4MI, pihaknya mengembangkan Balai Usaha Mandiri terpadu (BMT, red) berdasarkan kajian dan evaluasi program P4MI. Dari hasil evaluasi tersebut terungkap kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi petani atau pun kelompok tani pasca pelaksanaan program. Kendala yang menonjol terletak pada aspek permodalan. Karena itu, mulai tahun 2006 P4MI sudah mengembangkan lembaga keuangan mikro yang memberikan suntikan modal kepada kelompok tani dalam mengembangkan inovasi pertanian selama ini dikembangkan P4MI.

Pertemuan Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian, penanggung jawab P4MI Pusat, kepala BPTP Sulteng dan penanggung jawab P4MI Kabupaten Donggala berlangsung lancar, Pada kesempatan tersebut Kepala Desa (Kades) Tolongano Muchtar MD menyampaikan bahwa didesa tolongano tanggal 22 September 2006 telah dilakukan Sosialisasi Balai Usaha Mandiri Terpadu, yang kemudian ditindak lanjuti tanggal 04 November 2006 untuk menetapkan Pengurus BMT adalah anggota dari Kelompok Tani Sukses dan pengelola BMT dilaksanakan oleh Komisi Investasi Desa (KID) Desa Tolongano dengan modal awal pendirian oleh masyarakat sebesar Rp. 15.130.000,-, sedangkan Kepala Desa Limboro Ahsan menyampaikan apresiasinya terhadap P4MI. Kades Limboro Ahsan menyatakan dengan P4MI kelompok tani di desanya bisa melakukan kerjasama dengan BPTP Sulteng dalam mengembangkan sistem integrasi padi sawah, sehingga produktivitas pertanian meningkat.” Jika sebelumnya produksi padi perhektar di Limboro hanya berkisar 4 – 5 ton, namun saat ini terjadi peningkatan produksi yang cukup signifikan yaitu sekitar 7 ton perhektar, ” ungkapnya.
(ruly)


 
   
 
 

 

   


Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan
Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah
Jalan Emmy Saelan no 43 Palu 94112 telp. 0451-481960
fax 0451-488073 email: atau