Fokus
Sektor Agribisnis - Kebijakan Pembangunan Pertanian Distannak
Donggala 2007
Palu, 19/06/07
Donggala
- Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan masih tercatat
sebagai sektor yang memberikan konstribusi besar terhadap peningkatan
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Tahun 2006 tercatat, 54
persen dari total PDRB Kabupatren Donggala bersumber dari sektor
Pertaniana Tanaman Pangan dan Peternakan (Tanak).
Karena itu,
pada tahun ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten
Donggala menfokuskan pada pembangunan sektor tersebut pada empat aspek,
yakni membangun pertanian tanaman pangan dan peternakan yang
berorientasi agribisnis dengan memanfaatkan peluang dan keunggulan
komperatif dan kompetitif; mengembangkan sistem ketahanan pangan yang
berbasis pada keragaman sumberdaya pangan dan budaya lokal; menciptakan
iklim usaha yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya usaha bidang
pertanian melalui pengembangan permodalan petani, sistem informasi dan
teknologi pertanian yang terkait dengan pemasaran; fasilitas dan
optimalisasi sarana dan prasarana.
Kepala
Distannak Donggala, Ir. H. Andi Djuhardi menyatakan bahwa kebijakan
pembangunan sektor pertanian diarahkan pula untuk mengembangkan
komoditas unggulan tanaman pangan, yakni padi, jagung, dan komoditas
unggulan ternak, yaitu sapi potong dan kambing sebagai first priority,
sedangkan komoditas unggulan tanaman hortikultura seperti bawang merah
lokal dan jeruk secagai second priority.
Terkait
dengan pengembangan padi sebagai komoditas unggulan tanaman pangan pada
tahun ini Distannak Donggala memberikan bantuan 360 ton benih padi
secara gratis kepada petani. Selain itu, memberikan bantuan 14 ton
jagung hibrida, 23 ton jagung komposit, dan 6,50 ton kedelai.
Selanjutnya,
untuk mengembangkan produksi hortikultura khususnya bawang merah lokal
Distannak Donggala telah memprogramkan penumbuhan sentra produksi bawang
merah melalui model Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat/BPLM, bantuan
pengembangan penangkaran benih bawang merah seluas 20 ha. Program
tersebut, lanjut Andi Djuhardi didanai oleh hibah Jepang melalui
Kegiatan Second Kennedy Round (SKR). Selain itu, Distannak Donggala juga
memprogramkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani hortikultura,
penyebaran bibit unggul bermutu (mangga, durian, nangka dan rambutan)
serta mendirikan Lembaga Mandiri Mengakar Masyarakat (LM3) enam unit.
Andi
Djuhardi menjelaskan, untuk pengembangan produksi peternakan akan
dilakukan melalui pengembangan populasi ternak yang dilakukan dalam
bentuk pembibitan sapi potong, pengembangan pembibitan ternak sapi
Brahman Cross sejumlah 100 ekor. Sapi import asal Australia itu
merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian R.I.
Distannak
Donggala juga memprogramkan perluasan sawah ata cetak sawah seluas 600
ha. Hal itu bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan di Kabupaten
Donggala. Selain itu, kegiatan pengembangan sistem of rice
intensification (SRI), pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur
desa melalui Kegiatan Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi
(P4MI) dan Water Irigation System Manajemen Project (WISMP), penanganan
pascapanen dan pengolahan hasil pertanian tanaman pangan, pembinaan dan
pengembangan alsintan serta pengelolaan lahan dan air juga diprogramkan
Distannak sebagai bentuk implementasi atas kebijakan sektor pertanian
tanaman pangan dan peternakan.(Radar
Sulteng, Juni 2007)