Manfaat P4MI Mulai Dirasakan Warga

Manfaat Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi ( P4MI) atau disebut dengan Poor Farmers Income Trough Innovation Project Program. Kini mulai dirasakan manfaatnya oleh petani Desa Lombonga, Meli dan Labean Kecamatan Balaesang.

Didepan Bupati Kabupaten Donggala, H Adam Ardjad Lamarauna, sejumlah petani di Lombonga mengakui sejak 30 tahun silam, lahan pertanian meraka luasnya sekitar 30 hektar lebih, tidaka dapat diolah karena petani kesulitan mendapatkan air.
Tetapi, kesulitan tersebut sudah dapat diatasi, berkat adanya Program Pembangunan Irigasi dan Jalan Usaha Tani oleh P4MI. “ Harapan petani untuk kembali mengolah Lahannya,akhirnya terwujud, berkat adanya P4MI “ jelas camat balaesang, Drs hamdjan landolo kepada koran ini, sabtu akhir pekan lalu.

Bupati Kabupaten Donggala H Adam Ardjad Lamarauna yang melakukan kunjungan kerja di desa itu langsung memberikan bantuan sebesar Rp 20 juta kepada petani. Bantuan tersebut akan dibelikan padi, sehingga ketika musim tanam perdana mendatangan para petani tidak banyak mengeluarkan biaya. Selain meninjau irigasi di Lombonga, Ardjad yang kala itu didampingi Asisten I Sekretariat Daerah, H Syarifuddin H Muda dan Kabag Infokom Sekretariat Daerah, Dra Lutfiah Mangun juga meninjau jalan usaha tani yang dibangun dengan menggunakan dana P4MI. “ Jalan ini mempermudah para petani untuk mengangkut coklat, cengkeh dan kelapa, di pegunungan Lombonga “ jelas Camat kepada Bupati.


Desa Meli Kecamatan Balaesang, Pak Ardjad (Bupati Donggala) meresmikan penggunaan jalan usaha tani sepanjang 1 KM lebih. Jalan usaha tani tersebut juga akan menghubungakan antara desa Meli dengan salah satu dusun yang didiami oleh sekitr 100 kepala Keluarga.50 KK diantara 100 KK tersebut adalah suku terasing yang selama ini hidup berpindah- pindah. Mendengar penuturan Kasim A Lamboka, Kepala Desa Meli itu, Bupati langsung mengintruksikan Kepada Kades Meli dan Camat Balaesang, untuk mengunjungi suku terasing ( Pendau, red) tersebut, sekaligus meminta komunitas pendau untuk hidup menetap di dusun yang menjadi bagian desa Meli itu. Di depan para petani di desa Meli, Ardjad berjanji akan meningkatkan jalan usaha tani itu “ Insya Allah dalam waktu dekat, jalan ini kita aspal,” jelas Ardjad
.

Setelah bertemu dengan denga petani di desa Meli,ardjad kembal imenemui petani di  desa Labean Kecamatan Balaesang. Di desa ini, Arjdjad juga meresmikan jalan usaha tani. Peresmian jalan di desa yang berbatasan langsung dengan kecamatan sirenja itu, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati.


Pimpinan Proyek ( Pimpro ) Poor Farmers, Ir. Dahli Masahuri yang ditemui koran ini di sela – sela acara peresmian jalan usaha tani acara peresmian jalan usaha tani menyatakan keberhasilan pelaksanaan proyek itu, tidak terlepas dari kerjasama multi sinergis. Dahli mengakui, proyek tiga desa itu termasuk dalam kategori berhasil dengan indikator bahwa realisasi proyek melampaui target yang tertuang dalam rancangan biaya
(RAB).

Untuk jalan usaha tani di desa labean kata dahli, ditargetkan hanya1.400 meter namun berkat komitmen bersama untuk mendorong lahirnya inovasi petani, sehingga realisasi yang dicapai 2 KM.sedangkan pembangunan irigasi juga melampaui target dalam RAB. Meski telah dikerjakan dengan baik dan hasilnya telah dinikmati warga, namun masih ada juga beberapa pihak ysng menilai miring pelaksanaan proyek tersebut
.


 
   
 
 

 

   


Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan
Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah
Jalan Emmy Saelan no 43 Palu 94112 telp. 0451-481960
fax 0451-488073 email: atau