Panen Raya Menteri
Pertanian di Lalundu Kab. Donggala
Palu, 12/05/07
Menteri Pertanian,
Anton Apriyantono, bersama pejabat eselon I lingkup Departemen
Pertanian melakukan Panen Raya di Desa Lalundu, Kec. Rio Pakava, Kab.
Donggala, juga melihat kegiatan pusat pembibitan ternak dan
penangkaran (Puspitakarti) hortikultura
milik Pemda Donggala yang dibina langsung oleh Dinas Pertanian
Tanaman Pangan dan Peternakan Donggala di Tandau Desa Sidondo I,
Kecamatan Biromaru. Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Kabupaten Donggala
adalah salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah dengan luas
wilayah 1.047.171 ha, terbagi dalam 21 kecamatan dengan 278 desa/kelurahan
(269 desa dan 9 kelurahan). Jumlah penduduk Kabupaten Donggala sebanyak
443.415 jiwa., terdiri dari 111.676 Kepala Keluaga (45,11 % diantaranya
termasuk KK Miskin). Sebanyak
80 % dari Total KK yang ada, bekerja pada sektor pertanian (BPS 2006).
Luas lahan pertanian di Kabupaten Donggala mencapai 404.965 ha dan
pemanfaatan secara intensif baru mencapai 167,902 (41,46%), sehingga
peluang pengembangan lahan pertanian mencapai 237,063 Ha (58,54%).
Di
Donggala, Menteri Pertanian melakukan panen raya padi varietas Mekongga
di desa Bonemarawa (Lalundu V), Kecamatan Rio Pakava. Anton, bersama
Dirjen PLA, Dirjen Peternakan dan Dirjen Perkebunan melaksanakan
kunjungan kerjanya selama 2 hari di Kabupaten Donggala yang di dampingi
Bupati Donggala, Habir Ponulele, beserta Kepala Badan/Dinas/Kantor dan
Bagian Pemda Donggala juga Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan
Peternakan Propinsi Sulawesi Tengah yang mewakili Gubernur Sulawesi
Tengah, H.B. Paliudju.
Ketua
Panitia Pelaksana Panen Raya di Bonemarawa, Ir. Andi Djuhardi yang
sekaligus Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kab.
Dongala, menyampaikan bahwa lokasi dilakukan panen raya dahulunya (± 5
tahun) tidak pernah ditanami komoditi apapun alias lahan tidur. Hal ini
disebabkan lahan seluas ± 245 ha digenangi air, dan tidak tersedia
saluran pembuang untuk mengatasi genangan air tersebut. Melalui Kegiatan
PLA dan P4MI (Poor Farmers)
dimana Kegiatan PLA melakukan percetakan sawah baru di lahan pertanian
yang lama tidak difungsikan serta program bantuan Benih Padi untuk
petani, sedangkan kegiatan P4MI membangun saluran pembuang agar lahan
dapat dimanfaatkan dengan maksimal. ”Untuk mensukseskan progam
pemerintah dalam Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2NB) 2 Juta Ton,
Donggala berusaha untuk memberikan andil sebesar 0,15%, ujar Andi
Djuhardi.
Dalam
kesempatan panen raya di Bonemarwa, Menteri Pertanian berdialog dengan
petani dan menyampaikan beberapa program Pemerintah Pusat melalui
Departemen Pertanian terhadap Pembangunan Pertanian di Indonesia. Anton, juga
menyayangkan hasil panen raya tersebut hanya rata-rata 3-4 ton/ha.
”Varietas padi yang ditanami ini, sebenarnya produksi rata-rata 7-8
ton/ha, sayang ini cuma 3 ton, padahal lelahnya menunggu panen dengan
produksi 7 ton dengan 3 ton sama, dan pendapatan yang diperoleh petani
dengan 3 ton sangat sedikit, untuk panen selanjutnya harus mencapai 6
ton/ha paling minimal”, ujar Anton.
Mentan juga
menyampaikan program PANCA YASA yaitu 1) Penyediaan Sarana Prasarana
Infrastruktur Pertanian,
2) Penguatan Kelembagaan Petani, 3) Diseminasi Teknologi, 4)
Meningkatkan akses pemasaran hasil pertanian dan, 5) Penyediaan Modal
Usaha Pertanian. Melalui alokasi dana Dekon, APBN dan PHLN
upaya meningkatkan
petani miskin melalui program PANCA YASA terus diupayakan. Salah satunya
Program P4MI yang telah mencakup 4 dari 5 program Panca Yasa. Sedangkan
program penyediaan modal usaha pertanian melalui Departemen Pertanian
telah melaksanakan program penyediaan pembiayaan melalui Skema SP3.
Program SP3 ada upaya penyediaan skim kredit/pembiayaan yang diberikan
oleh Pemerintah ke Petani/Peternak mulai dari usaha Hulu, Budidaya dan
Hilir Subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan.
”Skim kredit SP3 berbeda dengan skim kredit sebelumnya seperti KUT, skim
kredit SP3 di peruntukkan ke petani yang membutuhkan modal usaha tani
bukan saja pada on farm, tapi mulai dari usaha penyediaan saprodi sampai
dengan usaha penanganan pasca panen dapat dibiayai, dengan syarat
minimal petani 2 tahun bergerak dalam bidang usaha yang di tekuninya”
ujar Anton.
Setelah
panen raya dilakukan, Mentan langsung bertolak ke Jakarta karena esok
harinya harus menghadiri Rapat Kabinet yang langsung di pimpin oleh
Presiden R.I, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun rombongan lainnya, Dirjen
Peternakan masih mengunjungi lokasi
Pusat Pembibitan Ternak dan Penangkaran Hortikultura (Puspitakarti)
milik Pemda Donggala yang dibina langsung oleh Dinas Pertanian Tanaman
Pangan dan Peternakan Kab. Donggala.(ruly)