P4MI
Donggala laksanakan Pelatihan PPMS dan Koordinasi Tkt. Kabupaten
Palu, 12/06/07
Dalam rangka persiapan rencana perpanjangan program
P4MI, Dinas Pertanian Tanaman Pengan dan Peternakan Kabupaten
Donggala melalui kegiatan P4MI/Poor Farmers melaksanakan Pelatihan
Project Performance Management System (PPMS) serta Koordinasi
Tingkat Kabupaten bersama Yayasan LSM Konsorsium Pendamping Kegiatan
P4MI yang dilaksanakan Senin (11/06/07) di Hotel Alam Raya Palu.
Pelatihan PPMS dan Koordinasi Tingkat Kabupaten
dilaksanakan selama 4 hari tersebut, dibuka langsung oleh Kepala
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Donggala, Ir.
Andi Djuhardi. Pelatihan tersebut melibatkan Staf LSM Kecamatan
sebagai pendamping di tingkat lapangan sebanyak 48 orang, serta
Tim PIU 7 orang yang menangani PPMS tingkat kabupaten.
Di
sela-sela pembukaan pelatihan, Andi Djuhardi menyampaikan bahwa
PPMS adalah alat ukur yang menampilkan kemajuan proyek, pelatihan
PPMS kali ini harus lebih operasional, sehingga setelah selesainya
pelatihan ini laporan hasil PPMS bisa langsung di analisa sebagai
bukti tertulis dari kemajuan yang dilakukan oleh proyek.
Keterlibatan
LSM dalam proyek P4MI diharapkan membantu Pemerintah Daerah dalam
proses pendampingan petani di lokasi sasaran P4MI, peran SLK sebagai
agen perubahan sangat diperlukan untuk berperan aktif dalam memobilisasi
kelompok tani, menguatkan kelembagaan petani sehingga terbangun
partisipasi aktif kelompok tani untuk meningkatkan produksi dengan
memanfaatkan dana investasi desa sebagai stimulan. "Jangan
sebagai LSM menjadi hebat sendiri, perlu bersinergi dengan stakeholders
terkait, membawa perubahan kepada petani tidak semudah membalikkan
telapak tangan, petani perlu selalu diarahkan dengan meningkatkan
partisipasi mereka, tugas menfasilitasi harus dijalankan dengan
baik sehingga setelah proyek selesai kelembagaan petani menjadi
kuat" ungkap Andi Djuhardi.
Penanggungjawab Kegiatan P4MI, Ir. Dahli Masahuri memaparkan bahwa
berdasarkan amanat PAM bahwa PCMU akan bertanggungjawab penuh
terhadap monitoring dan evaluasi proyek. Dengan dibantu Konsultan,
PIU dan LSM dalam penyediaan informasi PPMS yang meliputi menjaga
jalur implementasi fisik, mengkaji dampak proyek secara kualitatif
dan kuantifikasi untuk mencapai tujuan proyek. Koordinasi yang
dilakukan juga sebagai upaya untuk meningkatkan sinergi, "SLK
merupakan ujung tombak keberhasilan program di tingkat lapangan,
pertemuan ini saya harapkan bisa lebih operasional, proposal kegiatan
investasi desa tahun 2007 masih banyak yang belum masuk, SLK perlu
menfasilitasinya, karena menjadi tugas anda sebagai pendamping"kata
Dahli.
Pelatihan PPMS tersebut dilaksanakan upaya untuk memperkenalkan
modul aplikasi baru bagi tim pengelola data tingkat kabupaten
sehingga dapat menyediakan hasil kajian manfaat dan dampak yang
tersaji dalam sistem PPMS, dan peran ATL serta SLK dalam operasionalisasi
PPMS di tingkat daerah dapat berjalan lancar guna mendukung operasionalisasi
PPMS.(ruly)